Jumat, 15 September 2017

Penyakit Jantung Rematik (PJR)

Pada artikel saya kali ini, saya masih membahas tentang penyakit pada organ jantung manusia yaitu penyakit jantung rematik (PJR). Pada artikel saya sebelumnya, saya telah membahas secara lengkap tentang Anatomi dan Fisiologi Pada Organ Jantung Manusia dan Anatomi dan Fisiologi Pada Organ Jantung Manusia 2.

Di United State of America (USA) pada tahun 1996, angka kesakitan akibat penyakit jantung dan pembuluh darah telah mencapai 60 juta penderita yang 1,8 juta diantara 60 juta penderita tersebut menderita penyakit jantung rematik (PJR). Sedangkan di Asia Tenggara pada tahun 2001, angka kematian sebesar 7,6 per 100.000 penduduk akibat penyakit jantung rematik (PJR).

Penyakit jantung rematik merupakan salah satu penyakit atau cacat yang menyerang jantung manusia akibat karditis rematik. Karditis merupakan penyakit manifestasi dari demam rematik. Sebelum membahas lebih jauh tentang karditis, ada baiknya kita lebih dulu membahas tentang demam rematik.Demam Rematik adalah penyakit autoimune yang menyerang jantung, kulit dan jaringan ikat pada manusia yang dapat terjadi selama 2-3 minggu setelah terinfeksi streptococcus beta hemolyticus grup A pada saluran nafas bagian atas yaitu pada bagian faring yang menyebabkan faringitis (peradangan pada faring). Biasanya menyerang anak usia dini dan dewasa muda yaitu di antara usia 5-15 tahun, jarang ditemui pada anak di bawah usia 4 tahun dan dewasa di atas usia 50 tahun.


Streptococcus
Baca juga : Patofisiologi Penyakit Kardiovaskular Berupa Tekanan Darah.

Streptococcus beta hemolyticus grup A menyerang sistem pernafasan bagian atas dan melekat pada faring yang bertahan selama 2 minggu lamanya sehingga menyebabkan faringitis atau radang pada faring. Resiko terjadinya demam rematik setelah faringitis pada seseorang yang memiliki kerentanan secara genetik adalah sekitar 50% dibandingkan dengan orang yang tidak rentan secara genetik.

Selain karena faktor genetik, faktor lingkungan juga sangat mempengaruhi. Kebersihan lingkungan yang buruk serta padatnya tempat tinggal juga dapat mengakibatkan seseorang mengalami demam rematik. Daerah yang memiliki iklim sedang dan merupakan daerah tropis, tingkat insidennya lebih tinggi. Daerah yang letaknya tinggi memungkinkan penyakit demam rematik lebih tinggi dibandingkan di daerah yang letaknya lebih rendah. Selain itu, perubahan cuaca juga bisa mengakibatkan infeksi saluran nafas bagian atas meningkat sehingga demam rematik juga meningkat.

Berikut uraian manifestasi klinis dari penyakit demam rematik :

Awalnya seseorang mengalami Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) selama 1-5 minggu. Jika selama 1-5 minggu belum sembuh, maka kemungkinan mengalami demam rematik. Orang yang mengalami demam rematik selama kurang lebih 6 bulan, maka orang tersebut bisa mengalami karditis (perikarditis, miokarditis, endokarditis).

Demam rematik memiliki kriteria jones yaitu manifestasi mayor dan manifestasi minor. Manifestasi mayor berupa :

Artritis
Pada demam rematik, artritis terjadi pada sekitar 70% pasien. Artritis merupakan manifestasi mayor paling sering yang dialami pasien, namun paling tidak spesifik dalam menentukan diagnosis. Artritis ditandai dengan gejala nyeri yang hebat, eritema, demam dan bengkak. Nyeri yang hebat paling sering terjadi pada sendi lutut, pergelangan kaki atau tangan dan siku. Artritis merupakan nyeri yang sifatnya berpindah-pindah atau tidak simetris (asimetris). Hal ini mengapa saat pasien mengalami radang pada satu sendi dapat sembuh secara spontan setelah beberapa jam serangan dan akan muncul lagi pada sendi yang lain. Artritis sembuh dalam 1 minggu. Pemberian aspirin dapat memperpendek perjalan artritis.

Karditis
Pada demam rematik akut, karditis ditemukan pada sekitar 50% pasien. Sekitar 40-80% dari demam rematik akan berkembang menjadi perikarditis. Karditis merupakan penyakit yang paling serius yang dialami seseorang setelah demam rematik akut dan menyebabkan angka kematian paling tinggi. Cedera sisa katup yang terkena demam rematik bisa mengakibatkan gagal jantung yang memerlukan pembedahan. Demam rematik juga penyebab utama insufisiensi mitral pada anak dan dewasa muda. Gejala karditis yaitu anoreksia, lelah, lesu, letih dan kulit pucat, terdapat demam ringan, nafasnya pendek dan nyeri dada. Karditis bisa terjadi secara manifestasi tunggal atau bisa terjadi bersamaan dengan manifestasi lain. Terjadi selama 1 atau 2 minggu.

Pemeriksaan yang diperlukan untuk mendeteksi adanya karditis adalah elektrokardiografi dan ekokardiografi. Takikardia adalah salah satu tanda klinis awal miokarditis. Frekuensi jantung saat pasien tidur merupakan tanda yang paling dipercaya untuk mengukur karditis. Umumnya tanda miokarditis adalah adanya bising pada jantung, jantung membesar atau kardiomegali, gagal jantung kongestif. Miokarditis yang akut dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung.

Endokarditis terjadi radang pada katup mitral dan aorta. Pada karditis rematik katup mitral yang sering ditandai dengan adanya bising halus dan nadanya tinggi yang paling baik didengar jika pasien tidur miring ke arah kiri. Pada karditid rematik katup aorta ditandai dengan oleh bising bernada tinggi setelah bunyi jantung kedua yang terdengar oleh stetoskop yang dilakukan pada saat pasien membungkuk ke depan dan menahan nafasnya selama ekspirasi.

Korea Sydenham
Pada demam rematik, korea sydenham terjadi pada sekitar 15% pasien. Manifestasi korea sydenham menunjukkan adanya keterlibatan sistem saraf pusat. Hubungan antara korea sydenham dengan demam rematik terkadang tidak jelas dalam waktu yang cukup lama. Namun, bisa tampak ketika pasien insufisiensi mitral. Periode manifestasi klinis korea sydenham bisa mencapai 3 bulan atau lebih. Gejala pasien yang mengalami korea sydenham yaitu emosi yang labil, tidak dapat mempertahankan kestabilan tonus dalam waktu yang pendek, berbicara tertahan dan meledak-ledak dan kontraksi tangan yang tidak teratur saat menggenggam jari, tulisan tangan yang buruk. Korea sydenham terjadi dua kali lebih sering pada anak perempuan dibandingkan pada anak laki-laki.

Eritema Marginatum
Pada demam rematik, eritema marginatum sangat khas dan jarang terjadi pada penyakit yang lainnya. Eritema marginatum terjadi hanya pada 5% pasien. Gejalanya, ruam tetapi tidak gatal, menjalar dari satu bagian ke bagian lain, lesinya berdiameter sekitar 2,5 cm yang paling sering terjadi pada batang tubuh dan tungkai. Eritema marginatum sangat sulit ditemukan pada orang yang mempunyai pigmen kulit gelap. Untuk memperjelas adanya ruam bisa menggunakan handuk atau mandi air hangat. Eritema marginatur paling sering terjadi pada perempuan yang menderita penyakit karditis kronis.

Nodul Subkutan
Frekuensi nodul subkutan sudah jarang ditemukan, kecuali pada penyakit jantung rematik yang kronis. Pada demam rematik, nodul subkutan terjadi pada kurang dari 5% pasien. Nodul subkutan terjadi pada ruas jari, siku, sendi kaki dan lutut. Ukurannya bervariasi antara 0,5-2 cm yang dapat digerakkan secara bebas dan tidak nyeri. Nodul subkutan umumnya hanya ditemukan pada pasien yang menderita penyakit karditis.

Sedangkan manifestasi minor demam rematik antara lain :

Demam yang tidak lebih dari 39°C.
Artralgia yaitu nyeri yang dirasakan pada persendian pada sendi yang besar tetapi tidak memiliki tanda objektif.
Pemeriksaan laboratorium seperti CRP atau C-Reactive Protein, Lekositosis dan ASTO.
Karditis merupakan kelainan yang paling serius pada demam rematik. Karditis dapat menyebabkan mortalitas paling sering selama stadium akut. Dari 40%-60% pasien yang menderita demam rematik dapat berkembang menjadi penyakit jantung rematik. Penyakit jantung rematik adalah penyakit yang disebabkan oleh kelainan katup jantung yang menetap yang diakibatkan oleh demam rematik akut dan karditis. Penyakit jantung rematik ini menyerang terutama pada katup mitral sebanyak 75% dan aorta sebanyak 25%. Jarang sekali terjadi pada katup trikuspidalis dan tidak pernah terjadi pada katup pulmonalis. Kelainan yang terjadi dapat berupa insufisiensi, stenosis atau dapat terjadi secara keduanya.


Penyakit Jantung Rematik (PJR)
Tanda dan gejala yang terjadi biasanya mudah lelah, letih, lesu, anoreksia, nafas pendek, arthalgia, nyeri dada, demam ringan, kardiomegali, perikarditis, takikardia dan gagal jantung.

Cara mendiagnosa seseorang mengalami karditis yaitu :

Menemukan 1 dari kriteria di bawah ini :
Bising jantung diperiksa dengan melakukan pemeriksaan ekokardiografi.
Perikarditis seperti bising gesek, nyeri dada dan perubahan EKG.
Jantung membesar atau kardiomegali pada pemeriksaan foto thorax.
Gagal jantung kongestif.

Kardiomegali atau Pembesaran pada Jantung
Baca juga : Penyakit Atherosklerosis Koroner Yang Menyerang Jantung Manusia.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan untuk artikel kali ini. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Jangan lupa dibagikan kepada teman-teman yang membutuhkan. Untuk kritik dan saran jangan lupa di komen ya, terima kasih.

Selasa, 12 September 2017

akuasa


Pasti sudah banyak yang mengenal makanan yang satu ini, dan makanan ini adalah gandum. Gandum telah dikenal masyarakat luas sebagai makanan sehat dan wajib dikonsumsi setiap hari. Sejenis nasi putih, gandum dikenal juga dengan kandungan karbohidratnya, jadi bisa juga sebagai alternatif pengganti nasi putih gandum ini.
Tapi yang perlu anda ketahui gandum sendiri mempunyai manfaat yang sangat penting untuk kesehatan, yaitu gandum bisa mencegah diabetes tipe 2.
Para peneliti telah menunjukkan hasilnya, mereka telah menguji 160.000 wanita, dan sebagian dari wanita tersebut telah mengkonsumsi dua sampai tiga porsi makanan yang telah terbuat dari gandum, dan mereka yang mengkonsumsi gandum memiliki 30 persen resiko diabetes lebih rendah.
Dan penelitian yang lainnya juga ada yang menyebutkan, jika mengkonsumsi nasi putih memiliki resiko diabetes sebesar 17 persen yang lebih tinggi. Dan bagi mereka yang mengkonsumsi nasi yang terbuat dari gandum memiliki resiko diabetes 11 persen lebih rendah. Dan berikut ulasan tentang gandum:
Sulit Dicerna
Makanan yang berasal dari bahan gandum, seperti roti gandum, nasi merah, nasi cokelat, dan juga oatmeal, merupakan makanan yang sulit dicerna oleh tubuh, karen a makanan tersebut memiliki kandungan karbohidrat yang lebih baik.
Hal tersebut menjadikan proses percernaan menjadi glukosa menjadi terasa lambat dan juga kadar gula dalam tubuh akan naik secara perlahan, sehingga membuat tubuh menjadi tidak merasa kaget.
Berbeda lagi dengan karbohidrat yang berasal dari bahan gandum tapi yang sudah diolah, misalnya nasi putih, roti putih, kue, dan juga donat. Karena makanan tersebut mudah dicerna oleh tubuh, dan hal itu membuat kadar gula darah bisa melonjak drastis setelah anda mengkonsumsinya.
Angka Diabetesi Kian Tinggi
Lebih dari 422 juta penduduk dunia menyandang diabetes. Di Indonesia sendiri, angka diabetesi melonjak cukup banyak, yakni dari 5,7% pada 2007 menjadi 6,9% pada 2013 (sekitar 9,1 juta orang).
Angka Diabetes Melonjak Tinggi
Penyakit diabetes sendiri disebabkan pleh kadar gula dalam darah yang cukup tinggi, akibat ganguan dari fungsi insulin. Diabetes sendiri merupakan penyakit yang cukup kronis dan juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Macam-macam penyakit komplikasi dari diabetes diantaranya, infeksi kaki, yang bisa sampai amputassi, gagal ginjal, jantung, dan juga stroke.
Diabetes sendiri disurvei dari tahun 2014 merupakan penyakit yang berbahaya, dan bisa menyeabkan kematian, di indonesia sendiri angka kematian diabetes berada pada peringkat tertinggi ketiga, setelah jantung dan juga stroke.
Mulai sekarang lebih anda perhatikan lagi dalam mengkonsumsi makanan, usahakan untuk mengindari makanan yang berkabohidrat olahan, gantilah dengana makanan yang mengandung gandum, tunjuan untuk apa sih! agar terhindar dari diabetes.